Film
“cin(T)a” ini adalah film indie yang diproduksi oleh Sembilan Matahari Film dan
Moonbeam Creations. Sammaria Simanjuntak dan Sally Anom Sari adalah penggarap
skenarionya. Film tersebut pernah ditayangkan di National Film Theater-British
Film Institute, London, 29 Mei 2009 (lh. Kompas, Minggu, 16 Agustus 2009, hal.
19). Film tersebut mulai ditayangkan untuk umum di Blitzmegaplex, pada tanggal
19 Agustus 2009.
SINOPSIS
Cina (Sunny
Soon), adalah mahasiswa baru yang belum pernah mengalami kegagalan dalam hidup,
sehingga dia yakin bisa mewujudkan impiannya hanya dengan modal iman.
Annisa
(Saira Jihan), mahasiswi tingkat akhir yang kuliahnya terhambat karena karirnya
di dunia film. Popularitas dan kecantikan membuatnya kesepian, sehingga ia
bersahabat denga jarinya sendiri yang selalu digambari bermuka sedih. Sampai
suatu hari datang ‘jari’ lain yang menemani.
(T),
karakter yang paling tidak bisa ditebak. Setiap orang merasa mengenal-Nya.
Setiap karya seni mencoba untuk menggambarkan-Nya, tapi tidak ada yang
benar-benar mampu menggambarkan-Nya.
(T),
mencintai Cina dan Annisa, tapi Cina dan Annisa tidak dapat saling mencintai
karena mereka memanggil (T) dengan nama yang berbeda.
Agustus
2000, Cina baru masuk menjadi mahasiswa baru di Jurusan Arsitektur, Institut
Tekhnologi Bandung. Di sanalah pertama kalinya dia bertemu dengan Annisa,
mahasiswa tingkat akhir yang kuliahnya terhambat karena karirnya sebagai
bintang film dan masalah keluarganya. Awalnya, Cina tidak menaruh perhatian
pada Annisa, meskipun teman-temannya kerap membicarakan Annisa yang notabennya
seorang artis. Karena, menurut Cina, berdasarkan Hukum Newton I, kecantikan
berbanding terbalik dengan kepintaran. IPK Annisa yang hanya 2,1 membenarkan
hukum newton I versi Cina tersebut.
Cina, adalah
orang Batak keturunan tionghoa, yang beragama Kristen dan taat beribadah.
Cita-citanya ingin menjadi gubernur Tapanuli jika Tapanuli sudah menjadi sebuah
provinsi. Sedangkan Annisa, adalah muslim keturunan Jawa. Dia juga seorang bintang
film yang rajin beribadah.
Sebelum
dekat, keduanya menghadapi problematika hidupnya masing-masing. Cina, meskipun
keturunan Tionghoa, namun kehidupan ekonomi keluarganya pas-pasan. Itu sebabnya
dia bekerja paruh waktu dan berusaha mencari beasiswa untuk meringankan biaya
kuliahnya.
Sedangkan
Annisa, seorang bintang film yang kesepian karena popularitas dan
kecantikannya. Di tambah prestasinya yang buruk di perkuliahan, yang membuatnya
di pergunjingkan. Itu sebabnya dia bersahabat dengan telunjuk jarinya sendiri
yang digambari wajah sedih. Tugas Akhirnya pun terhambat. Dalam rancangan Tugas
Akhirnya, Annisa ingin membuat rumah susun untuk rakyat dengan fasilitas
sekelas apartemen. Hal itu yang membuat Tugas Akhirnya di tolak 3 kali karena
proyek tersebut tidak visibel di mata dosen.
Suatu
ketika, Cina tidak sengaja menabrak Annisa yang baru saja menyelesaikan maket
proyek tugas akhirnya hingga maket tersebut rusak. Tanpa sepengetahuan Annisa,
Cina membuat ulang maket Annisa. Namun, rancangan TA Annisa tetap di tolak
karena prinsip idealisme yang dipegangnya.
Cina pun
tertarik untuk membantu Annisa menyelesaikan Tugas Akhirnya. Apalagi mengetahui
konsepan proyek tersebut lebih jauh. Annisa ingin membuat desain rumah susun
tersebut tanpa desain pintu dan jendela. Karena baginya, arsitek itu berasa
Tuhan. Mereka pikir, mereka yang paling tahu konsepan terbaik untuk manusia,
padahal yang tahu konsepan terbaik yang sebenarnya adalah manusia itu sendiri.
Pertemuan
yang intens, membuat Cina dan Annisa semakin dekat. Karena perbedaan yang ada
di antara mereka, terjadilah dialog cinta yang banyak menggugat banyak perkara
tentang cinta, Tuhan, agama, dan kehidupan nyata. Salah satunya terlihat pada
dialog antara Cina dan Annisa mengenai siapa pendamping mereka kelak. Annisa
yang sudah dijodohkan Ibunya dengan seorang keturunan beragama Islam. Sedangkan
Cina ingin istrinya kelak mencintai Tuhannya lebih dari dirinya.
Banyak pula
pertanyaan-pertanyaan yang muncul di antara mereka, tapi tak pernah ada
konflik, seperti pertanyaan “Kenapa Allah nyiptain kita beda-beda, kalau
Allah cuma ingin di sembah dengan satu cara?” yang di lontarkan Annisa.
Pada tahun
itu, perayaan Idul Fitri dan Hari Natal berdekatan. Cina pun membantu Annisa
membuat ketupat, sebaliknya Annisa juga membantu Cina menghias pohon natal.
Rasa emosi
di antara keduanya kemudian muncul ketika Cina dan Annisa memperdebatkan
masalah pengeboman gereja-gereja di Indonesia pada Hari Natal. Cina memutuskan
untuk mengambil beasiswanya ke Singapura yang belum di ambilnya karena dia
mengambil kuliah di ITB. Cina merasa kehadirannya sebagai orang Kristen tidak
akan diterima di Indonesia apalagi bila dia mewujudkan mimpinya menjadi
gubernur, karena dia menyadari bahwa mayoritas orang Indonesia adalah muslim.
Sedangkan Annisa, akhirnya menerima perjodohan dari Ibunya.
ULASAN SAYA
Saya bukan
termasuk orang yang meng-halal-kan pernikahan beda agama. Tapi entah, film ini
membawa saya pada titik pandang yang berbeda. Walaupun saya tetap tidak
menghalalkan pernikahan beda agama setelah menonton film ini, tapi banyak hal
yang patut saya kaji mengenai PERBEDAAN. Dimana perbedaan tidak selalu harus
‘dipersalahkan’. Tuhan menciptakan makhluknya dengan segala perbedaan, dan
karena itu pula kita di tuntut untuk saling mengisi.
Cin(T)a
merupakan kisah cinta segitiga antara seorang pria bernama Cina, dan seorang wanita
bernama Annisa serta Tuhan (Allah). Dalam film ini, Cina dan Annisa menjalin
kasih dan Allah mengasihi mereka, tetapi Cina dan Annisa tidak dapat saling
mencintai, karena terbentur masalah agama, yaitu perbedaan cara mereka
memanggil Tuhan.
Yang saya
suka dari film ini adalah film ini bercerita tentang masalah perbedaan memeluk
agama yang dibalut dengan masalah percintaan, serta bagaimana kita dapat
menerima perbedaan tersebut.
Dua insan
yang sedang jatuh cinta itu mengungkapkan berbagai dimensi cinta: agape dan
eros, dengan berbagai macam cara. Bahasa cinta yang dimainkan melalui jari
telunjuk bergambar wajah manusia, perempuan dan laki-laki itu secara halus
mengungkapkan pengalaman eros; dan kesediaan mereka untuk berbagi, saling
membantu dalam kesulitan menjadi perwujudan agape yang mengesankan.
Menurut
saya, dialog-dialog dalam film ini bermakna, meskipun dialognya di kemas dengan
sederhana, namun mengusik kesadaran masyarakat Indonesia. Sekali lagi, karena
film ini mengemas tentang banyak perbedaan, maka dialog cinta antara Cina dan
Annisa tersebut mengantar kita untuk secara pribadi menanggapi
pertanyaan-pertanyaan kedua insan itu tentang cinta, Tuhan, agama, dan
kehidupan nyata.
Film ini
juga menghadirkan warna Indonesia dengan menyisipkan simbol nasionalisme,
seperti Burung Garuda dan bendera Merah Putih. Tak lupa, ciri khas daerah juga
di tampilkan seperti boneka wayang, yang merupakan ciri khas Jawa, serta
prosesi mandi kembang sebelum menikah yang dilakukan Annisa yang merupakan adat
pre-wedding suku Jawa.
Hubungan film ini dengan materi IBD
Film ini
mengandung materi
1.
Manusia dan Cinta kasih
2.
Manusia dan Kegelisahan
1. Manusia dan Cinta kasih
Di film ini
sangat jelas terlihat kisah percintaannya antara Cina, Annisa, dan (T). Cina
yang menyayangi Annisa, sebaliknya Annisa menyayangi Cina, dan (T) yang
menyayangi mereka.
Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta. Cinta
adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayagn (kepada). Ataupun rasa
sangat kasih atau sangat tertarik hatinya sedangkan kata kasih artinya perasaan
saying atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta
dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena
itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (saying) kepada seseorang
yang disertai menaruh belas kasihan.
Pengertian
tentang cinta dikemukakan oleh Dr. Sarlito.W.Sarwono. dikatakan bahwa cinta
memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan.. Yang dimaksud
dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala
prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.
Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan
dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah
tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara
digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan saying. Kemesraan yaitu
adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak
bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.
Didalam kitab suci Al Quran ditemui
adanya fenomena cinta yang bersembunyi dalam jiwa manusia. Cinta memiliki 3
tingkatan yaitu tinggi, menengah dan rendah. Cinta tingkat tinggi adalah cinta
kepada Allah, rasulallah dan berjihad dijalan Allah. Cinta tingkat menengah
adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta
tingkat rendah aanya cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat,
harta dan tempat tinggal.
Kasih Sayang
Kasih saying adalah perasaan
saying, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan
berumah tangga kasih sayaing merupakan kunci kebahagiaan. Kasih saying ini
merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih saying sadar atau tidak
sadar dari masing-masing pihak dituntut
tanggungjawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian,
saling terbuka, sehingga keduanya merupakan
kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsure kasih saying
hilang, misalnya unur tanggungjawab, maka retaklah keutuhan rumah tangga itu.
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan
simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yagn akrab baik antara pria dan
wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan
pada dasarnya merupakan perwujudan kasih saying yang mendalam.
Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya
yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada 3 macam cinta. Cinta Agape ialah
cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang
tua) dan saudara. Dan ketiga cinta erros atau amor ini ialah cinta antara pria
dan wanita. Beda antara cinta amor dan eros
ini adalah citna eros cinta karena kodrati sebagi laki-lakai dan perempuan,
sedangkan cinta amor karena unsure-unsur yang sulit dinalar, misalnya gadis
normal yang cantik mencintai dan mau menikahi seorang pemuda yang kerdil. Cinta
terhdap sesame merupakan perpaduan cinta agape dan cinta philia. Cinta sesame
ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita,
cinta kepada Tuhan. Dalam cinta kepada sesame ini diberi istilah belas kasihan,
karena cinta disini buka karena cakapnya, kayanya, cantiknya, melainkan karena
penderitaannya.
2. Manusia dan Kegelisahan
Kegelisan ini terlihat ketika hari natal banyak
Gereja yang di BOM sehingga Cina sadar akan impiannya yang sulit tercapai untuk
menjadi Gubernur karena Cina seorang minoritas di Indonesia, sehingga Cina pun
mengambil beasiswanya kuliah ke Singapura.
Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa
kwatir tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa
kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam
kecemasan. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau
gerak gerik seseorang dalam situai tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu
ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga
diartikan kecemasan, kekwatiran ataupun ketakutan. Masalh kecemasan atau
kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat
disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena pa yang diinginkan tidak
tercapai. Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam
kecemasan yang menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan
neorotik dan kecemasan moril.
Kecemasan
obyektif adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu
bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang
yang mengancam utnuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan
mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi
kecenderungan untuk menjadia takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda
tertentu dalam keadaan tertentu dari lingkungan..
Kecemasan
neorotis timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah Menurut Sigmund
Freud kecemasan ini dibagi tiga macam yakni; kecemasan yang timbul karena
penyesuaian diri dengan lingkungan, bentuk ketakutan yang irasional (phobia)
dan rasa takut lain karena gugup, gagap dan sebaganya.
Kecemasan
moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam=macam
emosi atnra lain: isri, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang. Semua itu
merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan
konsep
yang kurang sehat.
Sikap seperti itu sering membuat orang merasa kwatir, cemas, takut gelisah
dan putus asa.
Bila
dikaji sebab-sebab orang gelisah adalah karena hakekatnya orang takut
kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman
dari dalam maupun dari luar. Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama dimulai
dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang
kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Keterasingan
Keterasingan
berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata
asing berarti sendiri, tidak dikenal, sehingga kata terasing berarti,
tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi
kata terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan,
terpencil atau terpisah dari yang lain. Keterasingan adalah bagian hidup
manusia. Sebentar atau lama, orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan
sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain. Yang
menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidak dapat
diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang aa
pada diri seseorang, sehingga ia tida dapat
atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.
Kesepian
Kesepian
berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian
berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah
mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia. Lama rasa sepi itu
bergangung pada mental orang dan kasus penyebabnya. Bermacam sebab terjadinya
kesepian, frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Jadi kesepian itu akibat dari keterasingan. Keterasingan
akibat sikap sombong, angkuh, kaku, keras kepala, sehingga dijauhi teman-teman
sepergaulannya.
Ketidakpastian
Ketidak
pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu,
tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya
keadaan yang pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan
tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas itu semua adalah
akibat pikirannya tidak konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh
berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau. Beberapa sebab orang tak dapat
berpikir dengan tidak pasti ialah :
- obsesi
- phobia
- kompulasi
- hysteria
- delusi
- halusinasi
- keadaan emosi
Untuk dapat
menyembuhkan keadaan itu bergantung pada mental si penderita. Andaikata
penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu
terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita diajak pergi sendiri ke
psikolog.






No comments:
Post a Comment